Belajar#1

Belajar dari tukang parkir. Semua itu hanya sebuah titipan

AKu tak bisa menjaminkan dan menjanjikan banyak hal. Tapi aku akan berusaha menjadi yang terbaik untukmu

Atas

"Tengok ke atas" itu perlu. Tengok ke atas, maksudnya melihat orang sukses. Ya, amat perlu sering tengok ke atas. Pembelajarn yang termat banyak dari mereka, akan memberikan semangat serta motivasi tinggi. Pengaruh positif pun akan terus bertambah, seiring usaha perbaikan untuk menjadi "lebih" dan mengikuti jejak mereka yang ada di atas.

Hati #2

Butuh perjuangan yang tiada henti. Ketika semua dikerjakan dengan hati, akan terasa ringan. hidup untuk memilih. Tak semua pilihan akan kita dapat dan rasakan. Memilih sesuai dengan hati, teguhkanlah hati, jika di tengah rintangan mulai goyah. Refresh kembali dan tanya pada hati. semua yang kita lakukan pada dasarnya dimulai dari hati. hati yang menentukan, hati yang memilih, jangan salah pilih.

Hati #1

Terkadang, rutinintas yang berputar sama dari hari senin sampai minggu, pagi hingga malam, membuat tembok jenuh pada diri. Apakah ini ? rutinitas yang aku inginkan dlaam hidup? bertanya pada hati sendiri lebih sulit. tak semudah mengunyah permen karet. ikuti kata hati, hati berkata. Yakini dalam hati, hati meyakinkan diri untuk menentukan diri. diri yang seperti apakah kita.

Menjadi diri sendiri bukan berarti mementingkan diri sendiri. Tak usah menunjukan siapa diri kita, biarlah orang yang menyimpulkan siapa kita.

Rasa Ini

Hai, kamu apa kabar di sana? Tahukah kamu di sini bayangmu masih membekas kuat.  Ketika diri terjebak dalam kekosongan, hanya ada rekam wajahmu. Terkadang, aku lebih senang bermain dalam lamunan, karena dalam lamunanku terdapat kamu. Entah kata apa yang tepat menggambarkan rasa ini. Rasa yang hanya bisa dirasakan ketika jarak dan waktu kita terpisah, tapi hati ingin selalu menampakkan namamu. Hai kamu yang di sana, aku masih merekam jelas, teramat bahkan, tentang kita. Aku bisa merasakannya ketika rintik hujan bersahutan merdu mengiri memori waktu yang pernah kita lalui.

Kau tahu?  Hati ini masih memilih dirimu untuk tetap ada. Aku tak bisa memaksakan rasa ini harus pergi. Biarlah rasa ini akan ku simpan hingga waktu yang akan menjawab. Satu hal yang kau harus ketahui, meskipun aku sudah move on tapi tetap saja tak bisa. Tak bisa melupakan dirimu yang pernah berarti dalam hidupku.

Belajar Memahami Orang

Belajar memahami orang terkadang sulit dan menguras fikiran. Menemukan kemungkinan yang terjadi sampai menebak serta menganalisa sedang apa yang terjadi. Bukan perkara mudah, semakin melibatkan banyak orang, semakin sulit mengambil jalan tengah yang tak memihak. 

Energi Tak Kasat Mata

Aku teringat kunjungan ke salah satu toko buku, aku membaca buku mengenai aura. Entah naluri apa yang membuat diri mebaca buku tersebut. Entah memakan waktu berapa jam aku meghabiskan waktu membaca buku tersebut. Membaca tiap isi buku tersebut sembari aku mengimajinasikan seperti apa. Dan Ya!! Aku pernah mengalami bahkan merasakan energi tak kasat mata itu, entah namanya aura atau energi positif. Ketika aku menjalakan salat malam di bulan Ramadhan, entah hari ke berapa.  Saat itu, ditengah ruangan salat malam yang hikmat seperti biasanya. Para jamaah termasuk diriku sedang berdzikir. Padahal aku merasakan, itu dzikir hanya beberapa menit tapi secara nyata, aku menghabiskan waktu dua jam. Dan di sela dzikir aku bersama jamaah lain. Aku merasakan ada sesuatu yang masuk dan mengalir masuk kedalam tubuhku. Bahkan aku merasakan sbisa menangkap dan merasakan deras energi sekitar ruangan yang riuh dengan dizikir, masuk ke dalam tubuhku. Energi tak kasat mata ini membuatku lebih tenang dalam segala hal. Aku rindu saat bulan Ramadhan itu.