Hai, kamu apa kabar di sana? Tahukah kamu di sini bayangmu masih membekas kuat. Ketika diri terjebak dalam kekosongan, hanya ada rekam wajahmu. Terkadang, aku lebih senang bermain dalam lamunan, karena dalam lamunanku terdapat kamu. Entah kata apa yang tepat menggambarkan rasa ini. Rasa yang hanya bisa dirasakan ketika jarak dan waktu kita terpisah, tapi hati ingin selalu menampakkan namamu. Hai kamu yang di sana, aku masih merekam jelas, teramat bahkan, tentang kita. Aku bisa merasakannya ketika rintik hujan bersahutan merdu mengiri memori waktu yang pernah kita lalui.
Kau tahu? Hati ini masih memilih dirimu untuk tetap ada. Aku tak bisa memaksakan rasa ini harus pergi. Biarlah rasa ini akan ku simpan hingga waktu yang akan menjawab. Satu hal yang kau harus ketahui, meskipun aku sudah move on tapi tetap saja tak bisa. Tak bisa melupakan dirimu yang pernah berarti dalam hidupku.